Bone Siap Sambut Penilaian Adipura 2019

471

Kabupaten Bone siap menyongsong penilaian Adipura tahun 2019, sebagai simbol kebersihan dan keasrian kota. Kesiapan tersebut diungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bone A.Syahrul Samsu,S.E.,M.Si. terkait Persiapan Penilaian Program Adipura tahun 2019.

Ia mengatakan pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memperketat penilaian Adipura bagi provinsi, kabupaten, dan kota dengan menuntut pemerintah daerah menyusun kebijakan dan strategi daerah (jakstrada) terkait dengan pengurangan dan penanganan sampah.

Menurutnya, program Adipura sejak kembali dicanangkan beberapa tahun lalu di satu pihak telah mampu mendorong perbaikan kualitas lingkungan hidup, termasuk di dalamnya aspek pengelolaan sampah.

Saat ini program Adipura terus dilakukan perbaikan dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 97 tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional (Jakstranas) Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

Perpres tersebut merupakan terobosan baru dalam pengelolaan sampah nasional yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, untuk melakukan pengelolaan sampah terintegrasi mulai dari sumber sampai ke pemrosesan akhir dan di daerah di implementasikan dengan penyusunan Jakstrada.

Alhamdulillah Kabupaten Bone sudah memiliki Kebijakan Strategi Daerah dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sejenisnya. Terbitnya Peraturan Bupati Bone Nomor 81 Tahun 2018 Tentang Kebijakan dan Strategi Kabupaten Bone Dalam Mengelola Sampah Rumah Tangga dan Sampah Rumah Tangga menjadi modal kita dalam menghadapi program Adipura 2019 karena kita memiliki target pengurangan dan penanganan sampahnya,” kata Andi Syahrul Samsu, Rabu 4 Desember 2019.

Selain itu, dengan diluncurkannya Perpres Nomor 97 tahun 2017, maka program Adipura dituntut setiap daerah untuk berbenah guna mengantisipasi Perpres tersebut.

Di mana Jakstranas kemudian diterjemahkan menjadi kebijakan dan strategi daerah (Jakstrada), jadi ‘tugas tambahan’ program Adipura untuk memberikan dorongan kepada pemerintah daerah untuk mencapai target pengelolaan sampah yang telah ditetapkan dan untuk pelaksanaan Program Penilaian Adipura.

Andi Syahrul Samsu menambahkan, prinsip dasar penilaian program Adipura akan menitikberatkan pada kapasitas terpasang sistem pengelolaan sampah di setiap kabupaten/kota, baik itu kapasitas terpasang untuk sistem pengurangan sampah maupun untuk sistem penanganan sampah.

Tujuannya adalah untuk mengukur dan mengevaluasi setiap kabupaten/kota dalam pencapaian target pengurangan dan penanganan sampah masing-masing berdasarkan Peraturan Jakstrada yang dimiliki.

“Hasil evaluasi ini nantinya akan menjadi dasar perumusan pola penghargaan atau rewards / penentuan peraihan Anugerah Adipura dan pembinaan kepada daerah”Ungkapnya.

Diketahui, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), terus meningkatkan kualitas lingkungan hidup perkotaan secara berkelanjutan dengan menerapkan prinsip-prinsip good governance diantaranya dengan gerakan kota bersih, hijau dan sehat, serta pengendalian pencemaran air dan udara. Untuk menggugah kesadaran pemerintah daerah dan masyarakatnya untuk menjaga kebersihan dan keteduhan wilayahnya.

Di mana Program Adipura di tahun 2019 ini direvitalisasi dan ditingkatkan menjadi Program Adipura 2025 dengan mendorong praktik-praktik pengurangan sampah dari sumber hingga circular economy dengan pelibatan seluruh lapisan masyarakat. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah terhadap isu lingkungan global.

Hal tersebut terungkap pada rapat kerja teknis (rakernis) Adipura 2019 yang diikuti oleh 800 peserta yang terdiri dari berbagai pemangku kepentingan, yaitu Kepala Dinas Lingkungan Hidup serta Kepala Dinas Kebersihan dari 514 Kabupaten/Kota dan 34 Provinsi di seluruh Indonesia serta Kementerian/Lembaga terkait lainnya. Program Adipura harus menghadirkan dampak positif melalui pengelolaan sampah dan kualitas lingkungan hidup perkotaan di Indonesia, juga menjadi bahasan dalam rakernis itu, 23 Juli 2019 di Jakarta.

Sementara itu, Kadis Lingkungan Hidup Kab.Bone, Andi Syahrul Samsu menyebutkan untuk menghadapi penilaian Adipura 2019, persiapan yang dilakukan di antaranya dengan melakukan penataan di berbagai lingkungan serta sejumlah fasilitas publik yang ada di Kabupaten Bone.

Menurutnya, ada beberapa titik yang menjadi fokus penataan seperti kawasan rumah sakit, Sekolah-sekolah, kawasan hutan kota, dan taman kota, kawasan Pasar Sentral Palakka, serta kawasan permukiman dan pertokoan yang ada di Kabupaten Bone.

“Selain itu penataan penilaian juga bakal dilakukan di beberapa titik lainnya seperti kawasan jalan protokol serta tempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Passippo. Penataan itu dilakukan agar kawasan tersebut lebih bagus dan lebih rapi, sehingga akan lebih nyaman saat dipandang dan digunakan oleh masyarakat Bone”paparnya

“Jadi persiapan untuk penilaian Adipura mulai kita lakukan secepatnya. Nantinya juga yang akan bertanggung jawab adalah SKPD masing-masing yang masuk kategori penilaian”Ucapnya.

Meski demikian, Andi Syahrul menyebutkan penataan itu tidak semata-mata untuk penilaian Adipura, tetapi untuk menciptakan lingkungan yang bersih serta nyaman untuk masyarakat Bone. lingkungan bersih dan nyaman akan berdampak pada hal lainnya. Oleh karena itu ia mengajak seluruh masyarakat agar berpartisipasi dalam menghadapi penilaian ini.

“Seperti diketahui kabupaten Bone di bawah kepemimpinan Bupati Bone Bapak Dr.H.A.Fahsar M.Padjalangi,M.Si. Bone pernah mendapatkan penghargaan Piagam Adipura pada tahun 2014 olehnya itu pada setiap kesempatan Bapak Bupati mengingatkan seluruh pihak terkait dan berharap pada penilaian kali ini Bone bisa lebih sukses lagi” kata Andi Syahrul Samsu.

“Insya Allah, kita berharap pada penilaian Adipura tahun ini Bone bisa meraih Adipura” katanya optimis.